Catatan Dalam jabatan Ku

1. Camat Balai riam mendirikan Sekolah menengah Tingkat Atas ( SMA) PGRI Balai Riam karena waktu itu anak-anak yang tamat SMP  banyak yang tidak melanjutkan sekolah karena Sekolah SMA hanya ada di Pangkalan bun dan Kotawaringin. Sekarang menjadi SMA-Negeri I Balai riam terbentuk nya beberapa desa Definitif yang sebelumnya masih UPT.
2. Camat Jelai juga membentuk SMA-PGRI karena anak-anak yang tamat SMP hanya dihitung dengan jari yang melanjutkan ke Sekolah Lanjutan Atas.
3. Jadi Camat Sukamara turut serta secara aktif mempersiapkan Pemekaran Kabupatan sukamara, membentuk Kepantiaan, memimpin rapat koordinasi dengan para tokoh masyarakat dan instansi yang di kecamatan, melakukan sosialisasi dan mempersiapkan lahan nuntuk perkantoran Pemerintah tentu untuk TNI dan Polri juga di dalamnya.
4. Jadi Camat kumai Memekarkan bebrapa desa seperti Bumi Harjo ditambah jadi desa Pangkalan satu, Desa Natai Kerbau tambah jadi desa Mulyajadi, Memekarkan Kecamatan Kumai memimpin rapat, membuat proporsal bahkan mempersiapkan Lahan untuk perkantoran Kecamatan pangkalan Lada dan kecamatan Pangkalan Banteng, sebelumnya diusulan dengan nama Kecamatan Kumai Utara dan kecamatan Kumai Timur, turut serta mempersiapkan terbentuknya SMK di Teluk Bogam, Menyelesaikan tuntutan dan kasus sengketa tanah antarab peruhaaan seperti dengan PT. Astra, dengan PT Medco, menyelesaikan sengketa tanah masyarakat dengan Kantor Syahbandar Kumai, menyiapkan lahan untuk TNI AL, untuk Brimob, untuk  PolAirud, memfasilitasi pembangunan PLTU, 
5. Sebagai Kabag Administrasi pembangunan turut mendorong pembangunan jalan/jembatan terutama di kelurahan baru yang sebelumnya Gang dibangun jembatan kayu kemudian dibuat jalan  dengan urutan yang diaspal dan pengerasan dengan semen. memberikan telaahan untuk pembangunan bandara Internasional di Sabuai dan Koordinasi dengan ka bandara ketika itu. (2008).
6. Sebagai kepala Badan kepegawaian Daerah ( BKD ) membuat program pelatihan /magang bagi ASN yang akan menjalani Purna Tugas, membuat Program Siraman rokhani setiap ju at bagi PNS/ASN sesuai agama yang dianut, mengadakan program pembinaan Disiplin untuk ASN/PNS sampai ke Tingkat Kecamatan dan tentu termasuk guru, memfasilitasi tidak kurang lima ratus (500) guru yang terhambat pengesahannya karena tidak ada ijin belajar dari pemda sesuai ketentuan ketika itu Bupati/Sekda tidak dapat mengakui penyetaraan bagi guru ybs, dengan berinidsiatif berkoordinasi dengan Propinsi Cq Kepala BKD  maka ke lima ratus guru tersebut diakui ijazahnya untuk penyetaraan.
7. Sebagai kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan dan sebagai kepala Dinas Pariwisata kegiatan yang dilakukan antara lain : meningkatkan Promosi Wisata, Meningkatkan koordinasi dengan Pihak Propinsi dan Pusat, meningkatkan kerjasama dengan pelaku wisata seperti Asita, PHRI, HPI, Swiss Contact, TOC. persatuan pemilik Kapal Wisata, dan sebagainya, meningkatkan Program pelatihan, menyiapkan Perda terkait dengan Kepariwisata, memberikan bantuan dan fasilitasi serta pembinaan kepada kelompok tari, sangggar seni budaya di sekolah dan di kecamatan, mengikuti kegiatan pameran wisata, meng optimalkan penggunaan Medsos dalam pengenalan destiwisata daerah, meningkatkan kerjasama dengan pihak swasta dan pemerintah desa dalam pembanguna Kepariwisataan. Hasil kerja selamat kurang lebih 4 tahun menjabat Kepala Dinas kebudayaan/Pariwisata  berdampak positif terhadap pengembangan pembangunan Kepariwisataan dan kebudayaan di kabupaten kotawaringin barat seperti :
1. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan Manca negara ke Kotawaringin barat khusnya ke Taman nasional tanjung Puting yang semula th 2014 hanya ribuan 4 tahun berikutnya (2018) meningkat menjadi ( -/+ 20 ribuan Kunjungan Wisman) dengan pemasukan untuk negara PNBP +/- enam (6) Milyar rupiah, 
2. Terbentuknya Peraturan daerah terkait Pariwisata yaitu Perda Rencana Induk Pengembangan Pariwisata daerah (RIPPDA), Perda tentang Tanda daftar usaha Paririwisata ( TDUPP) berikut Perbup TDUP.
3. Meningkatnya dan berkembangnya destinasi wisata baik destinasi alam, buatan dan budaya.
4. terbentuknya kelompok Sadar Wisata dan desa sadar Wisata.
5. Terlatihnya para pekerja wisata seperti Guide, pekerja hotel, pekerja rumah makan/restoran, tuikang masak kelotok wisata, pemilik salon kecantikan.
6. Meningkatnya pembangunan Hotel, rumah makan dan usaha disektor Pariwisata
7. Semakin bergairah nya pelaku seni dan meningkatnya Pembentukan sanggar seni di sekolah dan di masyarakat.
8. Semakin banyaknya berdiri agen-agen perjalanan wisata.
9. Semakin meningkatnya partisipasi masyarakat  dalam pembangunan Pariwisata.
10. Meningkatnya perhatian pmeritah Propinsi dan pemerintah terhadap pembangunan Pariwisata Kotawaringin Barat.
11. Terlaksananya festival keraton Nusantara ( FKN) X event bertaraf nasional yang dihadiri mpara Yang Mulya Sutan / Raja se nusantara dan dari negara tetanggga yang juga dikunkjungi Puluhan ribu masyarakat tyang datang dari berbagai daerah yang berlangsung sukeses, lancar aman dan terkendali yang diapresiasi oleh para raja/sultan termasuk pelaksanaan Festifal yang terbaik yang pernah dihadiri.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah tentang aku

Mutasi dan Kopetensi